Minggu, 20 November 2011

Mengapa Koperasi di Indonesia Belum Berkembang Pesat ?

Mengapa Koperasi di Indonesia belum berkembang Pesat.?


           Koperasi sangat lamban perkembangannya, kita bisa melihat koperasi yang berdiri tidaklah banyak. Biasanya koperasi ada pada sekolah-sekolah, desa, ataupum lembaga tertentu. Banyak orang yang lebih memilih berkunjung pada minimarket, pasar swalayan yang dapat di temui dimana saja serta terlihat lebih elite dan elegan. Banyak orang yang memandang sebelah mata dengan berdirinya koperasi bahkan kesadarn masyarakat sangatlah minim. 
 
          Alasan Utama Mengapa koperasi di Indonesia belum berkembang pesat, yaitu karena adanya permasalahan yang dihadapi oleh koperasi, permasalahan itu meliputi Permasalahan Internal dan permasalahan eksternal adalah sebagai berikut: 

Permasalahan Internal:
1) Para anggota Koperasi yang kurang dalam penguasaaan ilmu pengetahuan dan teknologi ,dan kemampuan menejerial.
2) Alat perlengkapan organisasi koperasi belum sepenuhnya berfungsi dengan baik. 
3) Dalam pelaksanaan usaha, koperasi masih belum sepenuhnya mampu mengembangkan kegiatan di berbagai sektor perekonomian karena belum memiliki kemampuan memanfaatkan kesempatan usaha yang tersedia.
4) Belum sepenuhnya tercipta jaringan mata rantai tata niaga yang efektif dan efisien, baik dalam pemasaran hasil produksi anggotanya maupun dalam distribusi bahan kebutuhan pokok para anggotanya.
5) Terbatasnya modal yang tersedia khususnya dalam bentuk kredit dengan persyaratan lunak untuk mengembangkan usaha.
6) Keterbatasan jumlah dan jenis sarana usaha yang dimiliki koperasi, dan kemampuan para pengelola koperasi dalam mengelola sarana usaha yang telah dimiliki.
7)  Kebanyakan pengurus koperasi telah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas

Permasalahan Eksternal:
1). Bertambahnya persaingan dari badan usaha yang lain yang secara bebas memasuki bidang usaha yang sedang ditangani oleh koperasi 
2). Kurang adanya keterpaduan dan konsistensi antara program pengembangan koperasi dengan program pengembangan sub-sektor lain, sehingga program pengembangan sub-sektor koperasi seolah-olah berjalan sendiri, tanpa dukungan dan partisipasi dari program pengembangan sektor lainnya.
3). Dirasakan adanya praktek dunia usaha yang mengesampingkan semangat usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan gotong-royong.
4). Masih adanya sebagian besar masyarakat yang belum memahami dan menghayati pentingnya berkoperasi sebagai satu pilihan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
5). Tingkat harga yang selalu berubah (naik) sehingga pendapatan penjualan sekarang tidak dapat dimanfaatkan untuk meneruskan usaha, justru menciutkan usaha.

Seharusnya masalah seperti ini pemerintah sanggup mengatasi, bagaimana cara menciptakan koperasi yang berkembang pesat di indonesia. Membuat kesadaran bagi masyarakat dalam menilai koperasi dan mensejahterakan perekonomian indonesia.

Sumber : seputar-mahasiswa blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar