Sabtu, 19 Maret 2011

cerpen tentang kehidupan


Rumah kayu
Yayuk Sulistiyani

Di ujung jalan setapak berdiri sebuah rumah terpencil yang kumuh terbuat dari kayu-kayu bekas, yang kelihatannya sudah agak goyah. Seharusnya sudah tidak layak pakai. Penghuni rumah iu jarang sekali memperlihatkan diri. Kata orang disekitarnya, rumah itu milik seorang nenek-nenek dan seorang bocah laki-laki yang kira-kira masih berumur  12 tahun.
Pagi itu, tampak terlihat si bocah keluar dari rumah tersebut. Dengan pakaian yang compang-camping. Si dudung namanya. Dia terlihat sangat masih kecil untuk bekerja disebuah pabrik tetapi hanya menjadi kuli, suruhan orang-orang pabrik disekitarnya. Panas matahari sangat menyiksa si dudung, belum lagi dengan barang-barang yang dia angkut dengan sebuah gerobak. Itu sangat membuat lelah. Kasihan.
Siang, disaat waktunya beristirahat dan nampaknya si dudung diberi nasi bungkus oleh mandor pabrik tersebut . seketika itu, dudung lekas pulang. Berlari, melewati bebatuan, dan kolong jembatan hingga sampai di rumahnya.
          “nek, kita makan yuk.! Dudung teh dapet nasi nek dari bapak komandan..” wajah yang senang nampak dari dudung.
          “Alhamdulillah.. jangan lupa bersyukur  ya dung sama gusti Allah.” Nek bona Nampak senang dan segera membuka bungkusan nasi itu.
Dengan lahabnya mereka makan satu bungkus nasi untuk berdua. Sungguh prihatin. Dudung hanya tinggal berdua dengan nek bona. Dulu hidupnya tidak sesengsara ini, ketika orangtua dudung masih ada dudung sama seperti anak lainnya, yang dapat menikmati bangku sekolah. Tapi, semua itu hilang begitu cepat.  Ketika ibu dan bapaknya kembali kepada Tuhan.
Empat tahun silam,  ibunya adalah seorang TKW yang dikirim ke negri Arab Saudi. Dua Tahun tak ada kabar dari ibunya. Saat ibunya ingin kembali ke Indonesia pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan, hingga menelan banyak korban. Salah satunya adalah ibunya dudung. Setelah kejadian itu bapak dudung terlihat shock dan jatuh sakit. Akhirnya rumah yang mereka miliki terjual hanya untuk mengobati bapaknya. Namun, Tuhan berkehendak lain, bapak dudung meninggal saat oprasi ginjalnya berlangsung. Sungguh tragis dan malang nasib keluarga ini.
Kini nek bona dan dudung berjuang hidup walau dengan rumah kayu sepeninggalan kakeknya. Nek bona juga sudah tidak sanggup untuk bekerja karena awaknya yang sudah tidak mampu. Hanya dudung harapan nek bona untuk mencari uang demi makan sehari-hari.
“dudung, maafkan nenek dung, gak seharusnya dudung teh bekerja seperti ini.” Nenek mengelus kepala dudung dengan meneteskan air mata.
          “ gak papa atuh nek, dudung kan sudah besar, jangan menangis nek, nanti dudung sedih..” dudung memeluk nenek dengan erat.

Mentari di pagi hari sangat indah, seketika perjalanan menuju pabrik, dudung terpaku oleh bangunan sekolah yang ada dipinggiran kota itu. Dudung mendekat dan memandangi sekolah itu dengan seksama. Wajah memelas ada pada dudung.
          “ya Allah, dudung mau sekolah lagi..” keluhan hati dudung.
          “iiiihhh.. ada gembel, bau banget sih.! Sana pergi, ini bukan tempat kamu.!”
Beberapa anak seusianya yang berseragam itu, mengejek dudung . sehingga membuat dudung merasa sedih dan segera meninggalkan tempat tersebut. Sambil berlari ia mengucurkan air mata dan berkali-kali ia mengelap keringat yang ada di dahinya.
Seperti biasa, dudung bekerja lagi dan pulang pada saat makan siang untuk makan bareng bersama nenek dengan nasi yang dibawanya itu. Namun, hari ini Tuhan berkata lain,
Tiiiiiiinnn….
“brrrrrrraaaaaakkkkkk……..!!!!!!!”
          Mobil sedan berwarna hitam itu menabrak dudung. Dan segera membawa dudung ke rumah sakit terdekat. Syukurlah, nampaknya dudung tidak mengalami luka parah, hanya sedikit jaitan di bagian tangannya. Dudung yang tengah sadar itu pun memnggil-manggil nek bona. Rupanya nek bona sudah mendampingi dudung sebelum dudung membuka mata.
“maafkan saya nek, saya lalai sehingga bisa menabrak cucu nenek..” wanita itu menyesal dan dan memegang tangan nek bona.
          “gak papa neng, memang sudah jalannya begini.” Nek bona menjawab dengan ikhlas dan memberikan senyuman.
“terimakasih nek, oiya, tadi kata dokter si dudung sudah bisa dibawa pulang, besok kamu juga harus sekolah kan.?” Tanya wenny menoleh kearah dudung.
“si dudung mah neng tidak sekolah, nenek tidak mampu untuk membiayai, boro-boro sekolah, makan sehari-hari saja si dudung harus kerja neng.” Wajah nek bona berubah menjadi sedih.
“kerja.? Kerja apa seusia kamu.?” Wenny terkejut mendengar perkataan nek bona.
“saya bantu-bantu di pabrik ka.!” Jawab dudung dengan singkat.
Mendengar penjelasan dari nenek dan dudung, wenny tersentuh hatinya. Dan berniat untuk membantu dudung. Kebetulan ayah gadis itu adalah seorang ketua yayasan, maka dari itu wenny berniat untuk memasukkan dudung ke sekolah milik ayahnya. Wenny gadis yang baik, ia mendapat persetujuan dari kedua orangtuanya untuk membantu dudung dan menanggung semua biaya kebutuhan dudung.
Dudung semakin besar, sebentar lagi ia akan tamat dari SMA dan akan melanjutkan keperguruan tinggi. Dudung benar-benar serius dalam belajar untuk mendapatkan beasiswa agar bisa masuk universitas. Selama perjalanan dudung disekolah, ia mampu membuat bangga nek bona dan kak wenny yang sangat berjasa untuknya. Dudung punya kelurga baru, dia diangkat sebagai anak sekaligus adik wenny.
Tapi, disaat kebahagiaan itu berlangsung, nek bona meninggal dunia karna faktor usia. Dudung sangat sedih. Belum sempat ia menunjukkan kesuksesannya, dudung melepasnya dengan ikhlas dan berjanji akan menjadi orang sukses dikelak nanti.
Kini, dudung berdiri dengan memakai baju toga hasil dari pengorbanan hidupnya selama ini, ia mampu membuktikan bahwa dirinya sanggup mengenyam pendidikan. Dudung mulai bekerja di salah satu perusahaan ternama, keduduknnya pun dapat dibanggakan.
Dudung mendatangi rumah kayu yang dulu menjadi tempat tinggalnya. Duduk, termenung, memandangi rumah kayu yang  akan roboh itu. Dudung berniat untuk memperbaiki rumah itu dan membangunnya menjadi sekolahan terpencil untuk anak-anak jalanan yang sudah menjadi hak mereka. Dengan idenya, dudung memberi nama “Sekolah Kayu Bona”
          “dudung berhasil nek..!!!!”

Jumat, 25 Februari 2011

REPELITA II ( 1974-1979 )


REPELITA II (1974-1979)


    A. REPELITA II  (1974/75 – 1978/79 )

GBHN  1973 telah menetapkan garis kebijaksanaan umum kependudukan yang antara lain isinya: Agar pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat dapat terlaksana dengan cepat, harus dibarengi dengan pengaturan pertumbuhan jumlah penduduk melalui program keluarga berencana  yang mutlak harus dilaksanakan dengan berhasil karena kegagalan pelaksanaan keluarga berencana akan mengakibatkan hasil usaha pembangunan menjadi tidak berarti dan dapat membahayakan generasi yang akan datang. Pelaksanaan keluarga berencana ditempuh dengan cara-cara sukarela dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam Repelita II ini mulai diperkenalkan tujuan demografi Program KB Nasional yaitu menurunkan tingkat fertilitas sebesar 50% pada tahun 1990 dibandingkan keadaan tahun 1971 ( konsekwensi system target dalam perencanaan yang semakin tajam). Selain pengenalan tujuan Demografis, memasuki Repelita II ini terlihat kreatifikasi berfikir yang mengagumkan dari pimpinan BKKBN dalam usaha mengembangkan strategi pendekatan program guna mencapai tujuan. Mulai periode ini pembinaan dan pendekatan program yang semula berorientasi pada kesehatan mulai dipadukan dengan penggarapan bidang-bidang lain yang dikenal dengan  “Pendekatan Intergral  yang ditujukan untuk :
a.   Menurunkan tingkat kelahiran secara langsung dengan menggunakan kontrasepsi
b.   Menurunkan tingkat kelahiran secara tidak langsung melalui pola kebijaksanaan kependudukan yang intrgral (Beyond Family Planning) yang dirinci lagi :
§  Usaha pelembagaan penerimaan ide KB melalui aparatur Pemerintah
§  Usaha pelembagaan penerimaan ide KB melalui mekanisme social budaya yang hidup dalam masyarakat kita.


Menyadari bahwa pertumbuhan penduduk yang cepat di Indonesia adalah sebagai akibat dari angka kelahiran yang tinggi dan itu bukan hasil kelahiran penduduk pulau Jawa dan Bali saja, serta guna pemerataan tanggung jawab pembangunan bangsa, maka mulai tahun 1974  (awal Repelita II ) Program KB Nasional diperluas ke 10 propinsi di luar Jawa  dan Bali yang kemudian dikenal dengan wilayah “ Luar Jawa Bali “ (LJB) I ”. yaitu : D.I Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.


B. SASARAN-SASARAN

Sebagaimana halnya dengan setiap tahap pembangunan maka tujuan Repelita II ialah :
pertama, meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat
kedua, meletakkan landasan  yang  kuat   untuk   tahap   pembangunan   berikutnya.

         Sementara itu terus ditingkatkan usaha-usaha untuk menge­rahkan kemampuan yang ada guna pembangunan nasional dengan membina swadaya dan merangsang prakarsa serta partisipasi aktif seluruh masyarakat.

Untuk mencapai sasaran tersebut di atas maka produksi sektor pertanian harus meningkat sekitar 4,6% setahun, sek­tor industri sekitar 13,0%, sektor pertambangan sekitar 10,1%, sektor perhubungan sekitar 10,0%, sektor bangunan sekitar 9,2% dan lain-lain sektor sekitar 7,7%. Sebagai akibat dari laju peningkatan sektor-sektor tersebut diperkirakan bahwa produksi nasional meningkat dengan sekitar 7,5 % setahun. Dengan tingkat pertumbuhan penduduk sekitar 2,3 % per­tahun, maka pendapatan per kapita akan meningkat sebesar kira-kira 5% atau kenaikan sebesar 28,0% pada akhir Repelita II apabila dibandingkan dengan keadaan pada akhir Repelita I.



Senin, 06 Desember 2010

Analisis Proses Pembelian Jam Tangan Monol




Artikel Analisis Pembelian Jam Tangan





Waktu adalah uang. Bentuk jam tangan monol ini lebih unik dibandingkan dengan bentuk jam tangan pada umumnya. Dengan bentuk yang menarik seperti ini banyak orang yang ingin memilikinya dengan harga yang relative murah.

Macam-macam bentuk jam tangan yang ada dipasaran sangat bervariasi. Jam tangan monol ini, biasanya banyak diminati oleh para remaja perempuan dan pria. Mereka bisa memilih sesuai dengan warna yang menjadi warna kesukaan mereka.

Tersedia berbagai jenis warna dan bentuk, dari yang merah muda, merah cabai, hijau tua, hijau muda, kuning, jingga, biru, orange, ungu, coklat, putih, hitam dan lain-lain. Tersedia dengan bentuk bulat, oval, dan segi empat. Harga yang menunjang dipromosikan sekitar Rp. 85.000 – 145.000 .

Keuntungan yang cukup besar dapat diperoleh dari penjualan jam tangan monol ini. Dengan keuntungan yang relative besar dapat membalik modal dengan memberikan diskon kepada para konsumen sehingga lebih tertarik untuk membeli jam tanagn merk monol ini dengan harga yang terjangkau.

Kesimpulan artikel yang saya buat tentang produk elektronik jam tangan merk monol adalah produk yang terbaru yang banyak diminati oleh para remaja baik perempuan maupun pria yang digunakan sebagai pengingat waktu sekaligus menjadi aksesoris yang unik. Dan bisnis penjualan ini dapat menghasilkan keuntungan yang besar. Saya harap artikel yang telah saya buat dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi yang membaca agar bisa menjadi pembisnis yang lebih berkembang.


Tugas Dasar Pemasan (Perilaku Pasar Konsumen)

TUGAS DASAR PEMASARAN (Perilaku pasar konsumen )



1.INFORMASI STATISTIK
        Siapa        : Saya
        Apa  : Handphone Samsaung Corby
        Berapa      : 1 Unit
        Kapan       : 10 Maret 2010
        Dimana : ITC Depok

2. INFORMASI PSIKOLOJIK
        Saya membeli Hp Samsung Corby ini karena bentuk yang sangat unit, bisa dibilang mirip dengan blackberry. Samsung Corby tidak kalah dengan aplikasi-aplikasi yang dimiliki yang begitu lengkap yang cukup menunjang pada saat itu. Sehingga mampu menarik keinginan untuk memilikinya.

3. INFORMASI DINAMIK
        Pada saat saya berminat membeli Hp tersebut, sudah banyak dipasarkan. Dengan harga yang masih relative tinggi. Kini Hp Samsung Corby sudah semakin murah karna di pasarannya pun sudah jarang ditemukan dengan barang yang baru, dikarenakan banyak Hp terbaru yang dikeluarkan dengan kualitas yang lebih menarik dan menunjang. Maka, banyak orang yang beralih pada Hp yang menurut mereka itu lebih baik.